SMK Islamiyah Adiwerna Tegal: Menemukan Bakat Tersembunyi Melalui Road Race yang Mengagumkan!

Ronaindonesia.id ;SMK Islamiyah Adiwerna Tegal adalah sekolah yang memiliki pendekatan pendidikan yang unik. Mereka tidak hanya fokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa-siswanya untuk mengeksplorasi dan mengembangkan bakat mereka di luar kelas. Salah satu contoh menarik dari pendekatan ini adalah kehadiran ekstrakurikuler ekstrim, yakni Road Race.

Baru-baru ini, sekolah ini kembali membuat gebrakan saat mereka ikut serta dalam final Java Grand Prix (JGP) Slawi. Mereka tidak hanya sekadar hadir, tetapi juga berhasil memanaskan sirkuit alun-alun Slawi dengan kehadiran mereka.

Ini menjadi bukti bahwa sirkuit non permanen alun-alun Slawi telah menjadi tempat berkumpul berbagai kalangan balap motor, bahkan dari level SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

Salah satu kunci kesuksesan mereka adalah kerjasama dengan koh Bogel dari Hutan Kayu Racing Team (HKRT), seorang mekanik berpengalaman dalam dunia balap motor.

Dengan bimbingan yang kompeten, siswa-siswi sekolah ini dapat memaksimalkan kinerja motor mereka dan mempersiapkan diri untuk kompetisi Road Race dengan baik.

‘’Setiap hari Jum’at, Sabtu dan Mingg kita ada kegiatan Ekstra Kulikuler(Eskul) Balap Motor. Semua siswa boleh mengikuti eskul tersebut, dengan catatan dapat ijin dari orang tua’’terang Diki.

Salah satu motor yang menarik perhatian adalah Yamaha FIZR dengan spesifikasi 116cc tune up underbone. Motor ini telah mencatatkan prestasi yang mengesankan dengan lima kali naik ke podium pertama. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa motor ini memiliki performa yang handal dan sesuai untuk kompetisi Road Race.

Prestasi seperti ini bukan hanya sekadar pencapaian olahraga, tetapi juga merupakan inspirasi bagi siswa-siswi SMK Islamiyah Adiwerna Tegal untuk terus mengembangkan bakat mereka di berbagai bidang.

Mereka telah membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. Sekolah ini telah menciptakan peluang bagi siswa-siswanya untuk meraih prestasi di dunia balap motor, dan ini adalah contoh positif dari pendidikan berbasis bakat di sekolah tersebut.

Pada sisi lain mereka telah menunjukkan bahwa pendidikan yang holistik dan inklusif dapat menghasilkan siswa-siswa yang berprestasi dan siap bersaing di berbagai bidang.

Mereka membuktikan bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan kesempatan yang tepat, bakat-bakat terpendam dapat menjadi sumber kebanggaan bagi sekolah dan komunitas mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *